Kamis, 17 Januari 2019 04:00 WITA

Rumah Menghadap atau Membelakangi Matahari, Mana Lebih Sehat?

Editor: Abu Asyraf
Rumah Menghadap atau Membelakangi Matahari, Mana Lebih Sehat?
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Rumah yang nyaman tidak hanya ditentukan desain dan lingkungannya. Arah juga sangat penting.
 
Disadari atau pun tidak, posisi arah hadap rumah ikut menentukan kenyamanan tinggal penghuninya. Sebab, setiap posisi rumah berpengaruh pada banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam rumah.

Arsitek sekaligus Dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Ika Yuni Purnama mengatakan dua faktor yang membuat rumah menjadi nyaman adalah intensitas cahaya dan sirkulasi udara yang masuk ke dalam rumah.

Berkaitan dengan intensitas cahaya, arah hadap rumah tentunya memiliki andil besar terhadap intensitas cahaya yang masuk ke dalam rumah. Misalnya, rumah menghadap ke timur tentu membutuhkan desain yang berbeda dengan rumah yang menghadap ke barat.

“Pencahayaan dan sirkulasi udara adalah dua hal urgen yang harus diatur untuk menciptakan kenyamanan di dalam rumah,” ungkapnya seperti dikutip dari Bisnis.com.

Dia menyebutkan Indonesia berada di kawasan tropis dengan curahan cahaya matahari yang melimpah.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk dalam rumah. Khusus untuk rumah yang menghadap ke Barat akan mendapatkan pancaran sinar Matahari sore, akibatnya rumah tersebut akan tetap hangat meskipun matahari sudah terbenam.

Solusi sederhana yang dapat dilakukan adalah memasang AC atau kipas angin, menambahkan tirai berkain tebal di jendela atau kerai kayu atau bambu di bagian depan rumah.

Selain itu, Anda juga dapat membuat secondary skin dan tempatkan pada bukaan jendela, pintu menuju balkon, teras rumah atau jalan selasar. Bentuk secondary skin ini dapat berupa kisi-kisi transparan, standing wall, berongga atau menggunakan tanaman rambat.

“Menahan matahari bisa juga dilakukan degan membuat peri-peri, yaitu semacam kanopi beton dalam posisi tegak vertikal menerus sepanjang tinggi jendela,” ujarnya.

Senada, Arsitek JOSO Architect Fathony Muchtar mengungkapkan bagi yang sudah terlanjut memiliki rumah dengan posisi yang tidak tepat, maka dapat membuat penangkal untuk mengatasi sengatan sinar matahari.

“Jika bangunan telanjur menghadap ke arah barat, perlu treatment khusus agar panasnya dapat diminalisir. Bisa ditutupi menggunakan barrier seperti pohon misalnya jika memungkinkan. Dapat juga memasang kanopi dan jalusi,” katanya.

Selain membuat barrier dan menambah pintu atau jendela, dia juga menyarankan memperbanyak rumput di halaman rumah, dibandingkan beton. Hal tersebut karena rumput lebih efektif mengurangi pantulan panas.

SIRKULASI UDARA

Lebih jauh, beberapa hal yang dapat dilakukan dalam rangka menjaga sirkulasi cahaya dan udara di dalam rumah dapat dilakukan lewat beberapa langkah sederhana yakni: pertama, membuat bukaan pada sisi timur untuk memasukkan cahaya pagi, dan kurangi bukaan pada sisi rumah di bagian barat.

Kedua, usahakan semua ruang mendapat bukaan dan terhubung dengan ruang luar, jika tidak memungkinkan adanya bukaan atau jendela di kanan-kiri bangunan, dapat digunakan desain skylight, yakni atap transparan yang sengaja dibuat untuk memasukkan cahaya ke dalam hunian.

Ketiga, menerapkan ventilasi silang, yakni dua bukaan berupa jendela atau pintu yang letaknya saling berhadapan di dalam satu ruangan. Ventilasi ini bekerja dengan memanfaatkan perbedaan zona udara bertekanan tinggi dan rendah, sehingga keberadaan ventilasi ini akan tercipta aliran udara yang baik di dalam ruangan.

Jenis, posisi dan ukuran lubang jendela antara jendela atas dan bawah juga dapat meningkatkan efek ventilasi silang ini.

Keempat, pengaturan lubang udara sebagai akses keluar masuknya udara. Besar lubang udara dalam sebuah bangunan, sebaiknya sepersepuluh dari luas lantai bangunan.

Kelima, hindari penempatan kamar tidur pada sisi Barat, karena sisi ini terhubung langsung dengan sinar matahari sore. Penumpukan panas pada bangunan berorientasi ke arah Barat, masih akan terasa hingga pukul 21.00 WIB. Jika memungkinkan, tempatkan area basah pada sisi Barat.

Keenam, untuk bangunan bertingkat, buat lubang void agar tercipta pergerakan udara, dan ketujuh, buat innercourt di tengah ruangan, yang dapat berupa taman kering, kolam, atau ruang terbuka.

Keberadaan innercourt ini selain sebagai lubang cahaya Matahari, juga akan memberi napas dalam ruangan. “Desain plafon yang tinggi, minimal 2,75 m sebab plafon yang tinggi akan memperlancar sirkulasi udara di dalam rumah tersebut,” kata Ika.

Loading...
Loading...

Berita Terkait