Kamis, 11 Agustus 2016 11:51 WITA

Moratorium Investasi Semen Bisa Rugikan Pengembang & Pembeli Rumah

Editor: Andi Chaerul Fadli
Moratorium Investasi Semen Bisa Rugikan Pengembang & Pembeli Rumah
Ilustrasi semen

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Rencana moratorium investasi semen mulai digaungkan Kementerian Perindustrian RI. Tujuannya agar pasokan semen bisa terjaga dari yang saat ini tengah meningkat.

Namun, hal itu juga dianggap bisa merugikan pengembang dan calon pembeli rumah. Pasalnya, kebijakan itu nantinya dinilai berpotensi mengerek harga semen di pasaran.

"Padahal saat ini, Indonesia merupakan negara dengan harga semen tertinggi di Asia. Kita upayakan untuk diturunkan harganya. Kalau ada kebijakan seperti ini, bisa makin naik harganya," kata Ketua Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, Arief Mone kepada Rakyatku.com, Kamis (11/8/2016).

Moratorium Investasi Semen Bisa Rugikan Pengembang & Pembeli RumahKetua REI Sulsel, Arief Mone

Kenaikan harga semen turut mengerek ongkos produksi pengembang dan buntutnya berdampak di kenaikan harga rumah, kata dia.

Kelebihan pasokan semen yang terjadi saat ini, kata Arief, bisa diatasi dengan strategi lainnya ketimbang harus membatasi masuknya modal baru.

"Semakin banyak perusahaan berkompetisi, membuat produksi semen yang dihasilkan semakin baik. Dan perusahaan tentu melakukan efisiensi agar dapat menekan harga jual. Bukan malah memproduksi sebanyak-banyaknya," katanya.

Menurutnya, tingginya jumlah pasokan semen saat ini merupakan dampak dari kondisi ekonomi yang melemah beberapa waktu lalu. Bukan dari kurangnya serapan semen di dalam negeri.

Makanya, kata dia, pemerintah perlu strategi yang benar-benar sesuai dengan kondisi yang ada saat ini. "Jangan sampai aturan barunya malah memperparah keadaan," jelasnya.

Berita Terkait