Rabu, 07 September 2016 13:43 WITA

Arsitek Asing yang Kerja di Indonesia Bakal Diatur Undang-undang

Editor: Andi Chaerul Fadli
Arsitek Asing yang Kerja di Indonesia Bakal Diatur Undang-undang
ilustrasi

RAKYATKU.COM - Pemerintah tengah merancang undang-undang mengenai prifesi arsitek di Indonesia. Regulasi itu juga nantinya akan mengatur soal arsitek asing yang bekerja di tanah air.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menilai pengaturan terkait arsitek asing diperlukan dengan mempertimbangkan pasar kerja nasional. Juga ketentuan perizinan di bidang ketenagakerjaan. 

Agar dapat meningkatkan kapasitas serta kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Sehingga mampu bersaing secara regional maupun global. 

Basuki juga menilai lingkup layanan praktek arsitektur dalam RUU Arsitek dapat pula termasuk perencanan konstruksi selain untuk bangunan gedung.

Kemudian terkait program pendidikan arsitektur yang dimaksud dalam persyaratan arsitek pada RUU Arsitek, perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan arsitektur yang berlaku internasional. Yaitu empat tahun pendidikan ditambah satu tahun untuk praktek profesi arsitek.

Sementara terkait pengaturan mengenai Dewan Arsitek yang dimuat dalam BAB VII RUU Arsitek, Kementerian PUPR memandang perlu dikaji lebih mendalam. 

Karena tugas dan fungsi yang terkait dengan pembinaan arsitek sudah merupakan bagian dari tugas pemerintah yang tercantum dalam BAB VIII RUU Arsitek.

Berita Terkait