Senin, 14 November 2016 07:02 WITA

Bisnis Properti Terasa Lesu di Parepare

Editor: Jumardin Akas
Bisnis Properti Terasa Lesu di Parepare
ilustrasi

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Bisnis Properti dan bahan bangunan dalam setahun terakhir dinilai lesu di Kota Parepare. 

Penjualan dikeluhkan anjlok dan berimbas pada menunggaknya kredit pengusaha di lembaga perbankan. Tak sedikit pengusaha yang masuk dalam blacklist perbankan lantaran tidak bisa menyelesaikan utang.

Fajri, salah seorang pedagang properti di bilangan Jalan Lasinrang mengaku, lesunya penjualan sangat terasa setahun terakhir. Bahkan, aktifitas bongkar kontainer yang bisa mencapai tiga hingga empat kali setahun, ikut terhenti.

"Boleh dilihat usaha properti belakangan. Semakin anjlok. Ada beberapa yang terpaksa tutup. Selebihnya, tetap buka, tapi dengan jumlah barang yang semakin sedikit. Kalau kondisinya tidak berubah, kemungkinan kami pindahkan usaha ke daerah lain," ujarnya, Minggu(13/11/2016).

Hal yang sama dikeluhkan Tino, salah seorang pengusaha bahan bangunan. Dia mengatakan, daya beli masyarakat terhadap bahan-bahan bangunan semakin menurun. Masyarakat, kata dia, lebih memilih membeli bahan-bahan bangunan seperti semen dan besi di daerah lain, utamanya ke Kabupaten Pinrang. 

"Kami berharap, ada upaya pemerintah ikut menyelamatkan usaha kami. Jika tidak, kami akan terus menanggung kerugian, karena modal tidak berputar. Sementara kami ada kewajiban kredit yang mesti dipenuhi tiap bulan," paparnya.

Menanggapu hal tersebut, Kabag Ekonomi Pemkot Parepare, Tamrin mengklaim jika perekonomian di kota Habibie tersebut stabil. Terkait usaha properti, kata dia, memang mengalami penurunan namun hal itu terjadi secara nasional.

"Tapi jika ada keluhan seperti itu, tentu akan kami rapatkan dengan melibatkan pihak-pihak terkait untuk mencari, dimana letak masalahnya. Karena setahu saya, tak ada masalah dalam perekonomian Parepare. Semua stabil. Mesti ada indikator yang jelas, jika ekonomi Parepare dikatakan lesu," ujarnya.