30 November 2016 05:00 WITA

Backlog 11 Juta Unit, Pemerintah Minta REI Genjot Bangun Rumah MBR

Editor: Andi Chaerul Fadli
Backlog 11 Juta Unit, Pemerintah Minta REI Genjot Bangun Rumah MBR

RAKYATKU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, angka backlog atau selisih antara kebutuhan dengan ketersediaan rumah masih cukup tinggi, masih 11 juta rumah lagi. 

Untuk itu, Presiden meminta kepada developer anggota Real Estate Indonesia (REI) untuk bekerja saja, fokus menjalankan program pembangunan untuk masyarakat, untuk rakyat, dan memastikan setiap rakyat nantinya memiliki  tempat tinggal yang layak.

“Backlog kita masih 11,8 juta rumah yang ingin kita kejar. Ini bukan angka yang kecil, bukan angka yang kecil,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Real Estate Indonesia (REI) XV Tahun 2016, di Grand Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (29/11/2016) pagi.

Dia mengingatkan, inti dari Paket Kebijakan Ekonomi XIII adalah mempercepat penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, yaitu rumah MBR dengan harga yang terjangkau.

“Sekali lagi, Rumah MBR, bukan yang lain. Nanti yang dikebut yang lain, yang MBR ditinggalkan. Jadi yang saya sebut-sebut selalu yang ini, MBR. Jangan nanti salah di lapangan, yang banyak malah rumah yang dibangun adalah rumah yang sering hanya dipakai untuk investasi, sudah punya dua atau tiga rumah sebelumnya, tapi agar diarahkan sekali lagi kepada rumah-rumah yang MBR,” jelasnya.

Ia mengingatkan, Paket XIII menyederhanakan sekaligus mengurangi regulasi biaya pengembang untuk membangun rumah. Diakuinya, Peraturan Presiden (PP) yang mengatur hal ini masih belum jadi. 

Namun menurut Presiden, Peraturan Presiden (Perpres) mengenai hal ini diharapkan bulan Desember segera diselesaikan.

“Tadi pagi sebelum berangkat kesini, saya ingin memastikan Peraturan Presiden (PP)-nya ini ada dimana. Saya kejar di Menteri PU, sudah tidak ada di Kementerian PU, sudah pindah ke Menko Ekonomi. Menko Ekonomi sudah janji kepada saya bulan ini, bulan Desember ini segera diselesaikan,” ungkap Jokowi.

Menurutnya, banyak yang telah dilakukan terobosan-terobosan, seperti masalah PPH Final, masalah DIRE, masalah BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), yang juga akan terus dikalkulasi. Agar semuanya meringankan, yang pada akhirnya rumah-rumah akan dibangun sebanyak-banyaknya untuk masyarakat.

Dia menegaskan, pemerintah selalu terbuka dalam menerima masukan yang konstruktif dan berdialog dalam orientasinya dalam mencari solusi. “Datang ke menteri. Saya kira menteri-manteri kita yang sekarang gampang dicari. Tapi kalau masih sulit, langsung sampaikan kepada saya,” tambahnya.