Kamis, 01 Desember 2016 09:08 WITA

Pertumbuhan Properti Komersil Sulsel Cenderung Stagnan

Editor: Andi Chaerul Fadli
Pertumbuhan Properti Komersil Sulsel Cenderung Stagnan
ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jumlah properti komersial, seperti perkantoran, ritel, apartemen, dan lahan industri cenderung stagnan pada triwulan III tahun ini. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan pada pertengahan November lalu.

Direktur BI Kanwil Sulsel Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, properti komersil yang mengalami pertumbuhan hanya perhotelan. Dari sisi jumlah, pasokan hotel di Makassar mengalami peningkatan menjadi 6.091 kamar dari triwulan sebelumnya sebanyak 5.687 kamar.

"Penambahan jumlah kamar hotel ini berasal dari Gammara Hotel dan Hotel Kyriad Pessona. Selain itu tingkat hunian (occupancy) hotel meningkat 9,28 persen (qtq) menjadi 71,32 persen," katanya. 

Sementara itu, sebaliknya tingkat hunian ritel turun 0,69 persen (qtq) menjadi 96,09 persen. Sedangkan untuk tingkat hunian perkantoran, apartemen, dan lahan industri relatif tetap dibandingkan triwulan sebelumnya. 

Dari sisi harga sewa, yang mengalami peningkatan harga, adalah hotel dan ritel yang meningkat masing-masing 13,85 persen (qtq) dan 3,42 persen (qtq). 

Adapun untuk sewa perkantoran relatif tidak berubah seiring dengan tidak adanya penambahan pasokan maupun permintaan di triwulan III 2016.