Jumat, 06 Januari 2017 09:49 WITA

REI Minta Aturan Hunian Berimbang Lebih Lentur

Editor: Andi Chaerul Fadli
REI Minta Aturan Hunian Berimbang Lebih Lentur
ilustrasi

RAKYATKU.COM - Real Estat Indonesia (REI) berharap pembahasan regulasi terkait pelaksanaan hunian berimbang bisa rampung. Aturan itu merupakan turunan Undang-Undang nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang kini dibahas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dilansir situs resmi KemenPUPR, Ketua Umum REI, Soelaeman Soemawinata berharap penerapan skema hunian berimbang di lapangan bisa lebih fleksibel.

Pelaksanaan pembangunan hunian berimbang mewajibkan pengembang untuk membangun rumah mewah, rumah menengah, dan rumah murah. Dengan rasio 1 rumah mewah, 2 rumah menengah, dan 3 rumah murah.

Menurutnya, pelenturan aturan hunian berimbang diharapkan dapat mendorong pengembang membangun rumah. Apalagi, REI dan pemerintah bersama-sama dalam mendukung tercapainya target Program Satu Juta Rumah. 

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono berharap kerjasama Kementerian PUPR dengan REI dapat lebih intensif kedepannya. Terutama dalam pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Satu Juta Rumah. 

Dia juga berharap, REI menyampaikan kesulitan-kesulitan maupun hambatan terkait pembangunan perumahan bagi masyarakat kepada Kementerian PUPR. 

“Jika ada kesulitan terkait dengan masalah perumahan, saya minta REI untuk bisa langsung berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan dan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan untuk mencari solusi bersama untuk mencapai kesuksesan kerjasama dalam Program Satu Juta Rumah,” kata Basuki.

Berita Terkait