Rabu, 22 Februari 2017 01:30 WITA

KPR Bersubsidi BTN, Mudah Punya Rumah di Usia Muda

Editor: Almaliki
KPR Bersubsidi BTN, Mudah Punya Rumah di Usia Muda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Siapa tidak kenal Bank Tabungan Negara (BTN). Apalagi jika berbicara soal Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Setidaknya itulah yang ada di benak Arif Mahmudi (28), seorang karyawan swasta yang sukses memiliki rumah impiannya dengan mudah dan cepat lewat bank yang  sejak 1974 ditunjuk pemerintah sebagai satu-satunya institusi yang menyalurkan KPR bagi golongan masyarakat menengah ke bawah ini. 

Selesai sudah petualangan sebelas tahun Arif Mahmudi berpindah-pindah tempat tinggal. Anak sulung yang berusaha mandiri itu menetap di Makassar dan meninggalkan Enrekang, kampung halamannya sejak mulai kuliah tahun 2006 lalu.

Mahmudi, sapaan Arif Mahmudi, memutuskan untuk mengadu nasib dan menetap di ibu kota Sulawesi Selatan ini, bahkan setelah menyelesaikan studinya dan mulai bekerja.

Sebelas tahun di Makassar, Mahmudi berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain, dari satu kamar kos ke kamar kos yang lain. Satu impiannya, memiliki rumah yang sertifikatnya tertera namanya sendiri. 

Setelah mendapatkan pekerjaan yang cukup menjanjikan dengan gaji pokok sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Makassar sebesar Rp2,5 juta, tahun 2015 lalu, Mahmudi mulai berpikir untuk mewujudkan mimpinya memiliki rumah sendiri.

Sebagai bujang yang baru bekerja, alumnus Universitas Negeri Makassar ini sempat ragu untuk mencicil rumah karena harga rumah yang cukup mahal. Apalagi DP 20 persen yang harus disiapkan bukanlah jumlah yang terjangkau baginya. 

Beruntung, tahun 2016, Mahmudi mendengar informasi mengenai banyaknya bantuan pemerintah untuk kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mulai dari bantuan down payment (DP), hingga subsidi selisih bunga (SSB). Pertengahan tahun, Mahmudi lalu memutuskan untuk mengajukan KPR.

Tidak pikir panjang, sekisar awal bulan Agustus 2016 lalu, Mahmudi mendatangi salah satu pengembang yang menawarkan rumah FLPP.  Dia mantap ingin memiliki rumah melalui KPR bersubsidi.

Salah satu rumah di Kompleks Perumahan Bumi Salam Sejahtera 2, menjadi pilihan Mahmudi. Melalui PT Sanusi Karsatama selaku pengembang, Mahmudi diminta memilih bank untuk proses KPR-nya. Spontan, Mahmudi langsung menunjuk Bank BTN.

"Iya tidak tahu kenapa kalau ingat KPR, saya langsung kepikiran Bank BTN. Mungkin karena dari dulu memang dikenal sebagai bank penyalur KPR. Sudah banyak cerita saya dengar kalau prosesnya di Bank BTN itu mudah, dan tidak ribet," katanya. 

Harapan Mahmudi untuk memiliki rumah pertamanya disambut baik oleh Bank BTN. Menurutnya, mengajukan KPR di bank berlogo biru kuning ini, sangat mudah dan cepat. Hanya menunggu tiga bulan sejak pengajuan permohonan. Mahmudi sudah bisa menyajikan "onde-onde" sebagai bentuk syukur karena menempati rumah baru berukuran 7x12 meter persegi yang beralamat di Moncongloe, Maros. 

"Awal Desember saya sudah tempati rumah. DP-nya ringan, cuma Rp6,5 juta. Angsurannya pun murah, Rp900 ribu per bulan untuk 20 tahun atau Rp1,3 juta per bulan untuk 15 tahun. Saya pilih yang Rp1,3 per bulan," ungkapnya.

Mahmudi adalah satu dari ribuan pekerja muda yang mimpinya memiliki hunian sendiri diwujudkan oleh Bank BTN. Menurut Mahmudi, ada banyak manfaat yang dirasakannya setelah tinggal di rumah sendiri.

Selain dapat lebih hemat pengeluaran, kini ia giat bekerja karena merasa memiliki tanggung jawab. Setelah punya rumah, Mahmudi diam-diam menyimpan harapan untuk berumah tangga. Namun menurutnya, ia tidak ingin terburu-buru. 

"Kalau mau sih iya secepatnya (menikah), tapi saya juga tidak mau buru-buru. Sekarang masih fokus untuk bantu-bantu orangtua. Harapan ke depannya, bisa jadi sosok kakak yang jadi panutannya adik-adik," katanya lalu tertawa. 

Tingginya kepercayaan masyarakat seperti Mahmudi terhadap Bank BTN, membawa tren pertumbuhan positif pada kinerja bank ini.

Tahun 2016, Kredit bank BTN di sektor perumahan tercatat menjadi penyokong utama kenaikan pinjaman di Bank BTN.

Kredit yang menempati 89,97 persen porsi pinjaman di Bank BTN ini, naik 18,43 persen (yoy) dari Rp124,92 triliun di akhir 2015 menjadi Rp147,94 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Tidak diragukan lagi, pertumbuhan terbesar di segmen ini tentu berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang naik 30,57 persen (yoy) dari Rp43,52 triliun pada akhir Desember 2015 menjadi Rp56,83 triliun di Desember 2016.

Melihat antusiasme yang besar dari masyarakat tersebut, Bank BTN juga ikut berbenah diri agar dapat terus meningkatkan pelayanan terhadap calon-calon nasabah KPR, utamanya KPR bersubsidi. Salah satu terobosan yang dilakukan Bank BTN adalah memaksimalkan layanan digital banking miliknya. 

Direktur utama Bank BTN Maryono mengatakan tahun 2017 Bank BTN bakal fokus pada pengembangan Smart Branch. Kompetisi di sektor perbankan yang ketat, membuat Bank BTN terus berbenah untuk menarik nasabah.

Saat ini pun, Bank BTN menyasar semua segmen, termasuk angkatan usia kerja yang produktif dan melek teknologi. Alhasil, digital banking menjadi salah satu prioritas untuk menjemput para calon nasabah.

“Dari sisi bisnis, kami terus meningkatkan pelayanan perbankan dengan mengakselerasi tahapan transformasi kami di era digital, salah satunya dengan terus menambah Smart Branch,” kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN saat membuka acara perayaan hari ulang tahun ke-67 Bank BTN, di Jakarta (9/2/2017).

Pembukaan Smart Branch merupakan salah satu langkah Bank BTN untuk menyelaraskan transformasi bisnis ke arah digital banking. Selama ini, cakupan transformasi yang telah dilakukan Bank BTN meliputi produk, proses bisnis, hingga pembentukan budaya organisasi.

Sementara itu, setelah sukses dengan uji coba empat gerai digital sejak akhir 2015 lalu, Bank BTN  akan menambah sekitar 60 “Smart Branch” yang akan disebar di kantor cabang utama, kantor cabang, maupun kantor kas dalam dua tahun ke depan. Investasi yang dikucurkan akan mencapai lebih dari Rp50 Miliar.

“Adanya Smart Branch Bank BTN akan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan yang terpenting memberikan pelayanan yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih mudah bagi nasabah,” ujar Maryono.

Adapun, Smart Branch Bank BTN dilengkapi beragam layanan untuk memfasiltasi kebutuhan nasabah dalam memeroleh informasi perbankan, melakukan komunikasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi, dan transaksi di luar produk perbankan.

"Salah satu harapannya adalah agar nasabah yang ingin mengajukan kredit KPR dapat dilayani secara online selama 24 jam," pungkasnya.