09 March 2017 09:39 WITA

Bangun Sejuta Rumah, Kembangkan Perekonomian dari Pinggir Kota

Editor: Almaliki
Bangun Sejuta Rumah, Kembangkan Perekonomian dari Pinggir Kota

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sektor perumahan merupakan salah satu faktor pendorong perekonomian. Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, Arief Mone menyebutkan kalau sektor properti mampu memberi dampak ganda atau multiplier effect, setidaknya terhadap 136 hingga 140 sektor industri.

"Apabila sektor perumahan naik, maka pertumbuhan ekonomi di sektor riil akan meningkat pula," ungkap pria berkacamata ini. 

Program sejuta rumah yang dijalankan pemerintah, menurut Arief, menjadi penyelamat sektor properti utamanya di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data yang dimiliki REI, selama dua tahun terakhir hampir 80 persen penjualan rumah di Sulsel didominasi oleh kelompok rumah bersubsidi. 

"Tahun lalu kita pasarkan 10.000 unit. 8.000 di antaranya merupakan rumah bersubsidi," katanya. 

Lokasi pembangunan rumah bersubsidi di Sulawesi Selatan yang lebih banyak mengambil lokasi di pinggiran kota atau di kota/kabupaten selain Makassar, membuat pembangunan di Sulsel ikut melebar dan lebih merata. Alhasil perkembangan ekonomi tidak terpusat di ibu kota provinsi saja.

"Tidak bisa dimungkiri bahwa pembangunan perumahan-perumahan baru di pinggiran kota dan kabupaten lain di Sulsel telah menciptakan ekosistem perekonomian baru. Tempat keramaian baru. Perputaran uang baru," kata Arief.

Seperti pepatah, di mana ada gula, di situ ada semut, begitulah peran keberadaan kompleks perumahan bersubsidi di pinggiran kota. Pakar Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr. Anas Iswanto Anwar mengatakan kalau pembangunan yang gencar dilakukan di pinggiran kota, telah membuka potensi baru di lokasi-lokasi yang awalnya tidak dilirik.

Lokasi yang awalnya tidak memiliki daya tarik, kini nilai ekonominya meningkat dan mulai diperhitungkan sebagai lokasi membangun usaha, utamanya pengembangan usaha kecil menengah seperti seperti penatu, rumah makan, warung kelontong, hingga tempat-tempat hiburan.

"Pembangunan semacam itu tentu dimulai dari pembangunan pemukiman masyarakat. Sehingga semakin banyak perumahan berdiri di suatu lokasi, maka akan menjadi pasar baru yang akan menjalankan roda perekonomian," katanya.

Arief melanjutkan, peran serta perbankan sebagai wadah penyaluran kredit bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tentu memiliki peran yang besar untuk ikut menyukseskan pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan di lokasi-lokasi baru tersebut. 

Salah satu bank yang paling berperan aktif adalah Bank BTN yang sejak dulu dikenal sebagai bank penyalur KPR untuk masyarakat menengah ke bawah.  Selama ini, sebagian besar anggota REI Sulsel memang lebih banyak menyalurkan KPR rumah bersubsidi melalui bank berlogo kuning biru ini.

"Jelas peran perbankan tidak bisa disepelekan. Karena perbankan telah menjadi akses keuangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat mencicil rumah," jelas Arief.

Kepala Kantor Cabang Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Makassar, Achmad Chaerul mengatakan Bank BTN sejak dulu telah menunjukkan konsistensinya untuk turut mengawal pembangunan dan penyaluran rumah bersubsidi.

Sejak tahun 2015, Bank BTN khususnya di KCU Makassar yang meliputi wilayah kerja Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, telah menguasai pangsa pasar penyaluran KPR bersubsidi dengan menguasai lebih dari 90 persen market share.

"Sejak 2015 hingga Februari 2017 ini, kita telah membiayai hingga 14.777 unit rumah bersubsidi. Dan tahun ini kita menargetkan dapat membiayai hingga 15.000 unit rumah. Melihat trennya, kita tumbuh positif. Dari 2015 ke 2016 kita tumbuh 30 persen," katanya.

Untuk lebih memaksimalkan penyaluran KPR bersubsidi ini, pihak Bank BTN akan terus berkoordinasi dengan para pemangkukepentingan dan asosiasi pengembang penyedia rumah bersubsidi seperti REI dan Apetasi juga pemerintah daerah dan BPN.

"Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, karena bank BTN tentu tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergitas yang tinggi dari semua pihak agar program sejuta rumah ini dapat terlaksana dan mampu mendongkrak perekonomian kita, utamanya di Makassar dan Sulsel," katanya.