12 October 2017 15:23 WITA

Papan Gypsum Gyproc Indonesia Sasar Market Sulsel

Editor: Fathul Khair Akmal
Papan Gypsum Gyproc Indonesia Sasar Market Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Perkembangan industri properti di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar sebagai Ibu Kota provinsi serta daerah penyangganya dinilai masih cukup baik. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sulsel yang masih stabil, yakni tumbuh 6,63 persen pada triwulan II-2017 sehingga menjadi sinyal positif bagi para pelaku usaha di bidang properti maupun bahan bangunan. 

Adapun wilayah utama pengembangan properti di kawasan Sulsel masih berpusat di kawasan Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar atau kawasan Kota Metropolitan Mamminasata. 

Sementara itu, pertumbuhan pasokan apartemen tertinggi terjadi di Makassar 25,70% sejalan dengan pembangunan apartemen Tamansari Skylounge Makassar yang letaknya berdekatan dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Melihat masih maraknya industri properti di wilayah ini membuat PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI), sebagai produsen papan gypsum dengan merek Gyproc optimistis dengan memperluas distribusinya di Sulsel.

“Sebelumnya papan gypsum Gyproc telah lama digunakan oleh masyarakat di benua Eropa dan Amerika untuk mengatasi percepatan pertumbuhan akan perumahan. Dengan 100 tahun pengalaman di industri gypsum, Gyproc terus berinovasi dalam mengembangkan produk-produknya guna menjawab kebutuhan masyarakat ke depannya. Kini Gyproc hadir guna memenuhi permintaan market Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi Selatan untuk bahan bangunan yang berkualitas serta ramah lingkungan,” kata Hantarman Budiono, Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia, pada saat membuka acara Diskusi Media Bersama Gyproc Indonesia, di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jl. Landak Baru, Kota Makassar (12/10/2017).

Lebih lanjut Hantarman menjelaskan bahwa untuk wilayah Eropa pemakaian gypsum telah mencapai 4 meter persegi per kapita. Di Amerika 7 meter persegi per kapita. Sementara Indonesia hanya 0,43 meter persegi per kapita. 

“Meskipun total konsumsi gypsum di Indonesia relatif rendah, namun Gyproc optimistis dengan potensi yang ada, pasar Indonesia dapat ditaklukkan. Karena selain kondisi kebutuhan perumahan kami juga melihat potensi market ‘renovasi’ yang masih terbuka lebar,“ kata Hantarman mengenai prospek market Gyproc di Indonesia.

Pada umumnya, di Indonesia gypsum dipakai untuk plafon bagian atas bangunan. Walau ada pula yang sudah mulai memakainya untuk bagian dinding. Merunut sejarahnya, gypsum telah 
dipakai sebagai bahan bangunan sejak 5000 tahun silam yaitu untuk Piramida di Mesir. 

“Meskipun Piramida di bagian luarnya terpapar cuaca panas yang sangat ekstrim, namun di dalamnya terasa dingin. Mengapa? Setelah diteliti, ternyata karena insulasi mereka menggunakan interior gypsum. Hal inilah yang kemudian menjadi acuan orang-orang Eropa gypsum sebagai bahan bangunan," katanya. 

Berkaca dari Eropa, Amerika, dan negara tetangga yaitu Singapura, papan gypsum telah banyak digunakan. Dalam hal ini papan gypsum yang dipakai tidak hanya untuk plafon tapi juga sebagai dinding atau dikenal juga dengan drywall system.

Marketing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia, Won Siew Yee mengatakan, pemerintah Singapura tengah mendorong penggunaan drywall untuk menggantikan dinding bata sebagai usaha perlindungan terhadap lingkungan. 

Bahkan keseriusan pemerintah Singapura tersebut telah diwujudkan dalam bentuk regulasi dan menargetkan 80 persen dari bangunan-bangunan yang ada di sana, sudah tersertifikasi ‘green mark’ pada tahun 2030 nanti.”

Apa Itu Drywall System? Drywall system dari Gyproc atau dapat juga disebut dengan GypWall merupakan pilihan tepat untuk bangunan-bangunan di Indonesia karena begitu banyak kelebihan yang dimiliki produk ini. 

Inovasi teknologi drywall system merupakan produk ramah lingkungan karena 100 persen dapat didaur ulang, tidak mengandung bahan beracun, serta tidak memerlukan banyak air sehingga dapat menghemat waktu konstruksi hingga 25-30 persen. 

Drywall secara harfiah diartikan sebagai ‘sistem dinding kering’ merupakan sebuah sistem partisi atau dinding dalam ruangan yang terdiri dari papan gypsum yang dipasang pada sebuah rangka dengan menggunakan bantuan skrup khusus. 

Disebut drywall karena merupakan bentuk dari konstruksi kering yang tidak menggunakan batu bata dan semen basah sebelum proses pengecatan. Dengan demikian Gyproc telah mendukung terealisasinya sebuah ‘green building’ guna mengatasi dampak pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi di Bumi.

Daniel Yusuf Wijaya, MCom,  Direktur PT Sukses Jaya Profindo, Distributor Gyproc untuk wilayah Sulawesi Selatan menyambut positif kehadiran Gyproc di Sulsel.

“Kami sangat mengapresiasi atas 
masuknya bahan material yang dianggap masih baru, yakni papan gypsum dengan teknologi drywall system dari PT SGCPI. Terlebih lagi Gyproc merupakan bahan bangunan yang ramah lingkungan, minim konsumsi sumber daya alam dan pemanfaatan sumber daya terbarukan, serta 100% dapat didaur ulang,” ujar Daniel.

Senada dengan hal itu, Kipnara Angdias, Owner PT Rayagraha Intibuana, yang juga merupakan Distributor Gyproc untuk wilayah Sulawesi Selatan mengucapkan selamat datang kepada Gyproc drywall dan pihaknya juga sangat mendukung penggunaan material bangunan yang green guna menjaga lingkungan yang sehat dan tidak berbahaya.

Serta banyak benefit bagi para pelaku konstruksi atau kontraktor dengan mendapat manfaat secara wujud fisik dinding yang modern dan berkelas, serta efisien dalam cost konstruksi.