Selasa, 07 Juni 2016 12:24 WITA

REI Akan Serahkan 10 Rumah Impian di Bulan Ramadan

Editor: Vkar Sammana
REI Akan Serahkan 10 Rumah Impian di Bulan Ramadan
ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Real Estate Indonesia (REI) melalui program ramadan rumah Impian, akan menyerahkan 10 unit rumah bagi masyarakat prasejahtera di ramadan 2016 ini.

Ketua REI Sulsel, Arief Mone mengatakan, ini merupakan tahun keenam dari program ramadan Rumah Impian. Dengan memberikan 10 unit rumah untuk masyarakat prasejahtera tahun ini, maka pihaknya setidaknya telah memberikan 63 unit rumah selama program tersebut berjalan.

"Program Ramadan Rumah Impian ini sudah menjadi percontohan secara nasional. Sulsel memberikan kontribusi yang lebih besar," ujar Arief seusai menemui Gubernur Sulsel, di ruang kerjanya, Selasa (7/6/2016).

Agar rumah impian ini tepat sasaran, ia mengaku akan dilakukan survey bagi calon penerima. Rekomendasi dapat dilakukan oleh aparat pemerintahan dan pihak kelurahan. Sedangkan pihak panitia akan melihat kondisi di lapangan, dengan syarat kriteria, calon penerima memang belum punya rumah, dalam hal ini menumpang atau tinggal di gubuk. Serta penghasilan berkisar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu.

"Kita utamakan guru ngaji, imam masjid, guru Sd, dan honor, yang memang penghasilannya berkisar Rp600 ribu sampai Rp700 ribu. Dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan," jelas Arief

Adapun lokasi rumah impian yang akan diberikan yakni satu unit di Makassar berupa panti asuhan,  3 unit rumah di Kab Gowa, 2 unit di Kota Parepare, dan masing-masing satu unit di Kab Sidrap, Pangkep, Jeneponto, dan Bulukumba.

Arief mengatakan, pihaknya meminta Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk menyerahkan rumah terakhir, yang akan diserahkan pada 28 Juni 2016 mendatang, yang juga disaksikan oleh Menteri PUPR dan Direktur Utama Bank BTN.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo sangat mengapresiasi atas berjalannya program tersebut. Pihaknya alan menyesuaikan waktu untuk itu.

"Selain momen Ramadan bagus untuk berbagi. Dibalik itu memang orang yang duafa ini membutuhkan tangan-tangan dermawan," ujar Syahrul.