Kamis, 18 Januari 2018 15:38 WITA

Pasar Properti tumbuh, GMTD Gencar Perkenalkan Cluster Baru

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Pasar Properti tumbuh, GMTD Gencar Perkenalkan Cluster Baru

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pasar properti terus menunjukkan pergerakan positif hingga akhir 2017 ini, dan diperkirakan tahun 2018 ini merupakan puncak pasar properti di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar.

Setelah mendapat respon positif dan suksesnya peluncuran produk terbarunya pada pertengahan November 2017 lalu, PT GMTD Tbk kembali menghadirkan cluster terbarunya, Rosemary, di Green River View (GRV), yang hadir dengan harga terjangkau mulai dari Rp330 jutaan.

“Rosemary Resindence ini hadir dengan empat pilihan yaitu tipe 30/60, tipe 38/72, tipe 38/90  dan tipe 48/90 yang ditawarkan dengan harga promo mulai Rp330-an juta. Dengan dua kamar tidur dan dilengkapi club house," ungkap Hasrul selaku Public Relation PT GMTD Tbk.

Ia menambahkan, dalam membeli sebuah properti sedikitnya ada 5 faktor yang harus di perhatikan, penentuan lokasi, fasilitas yang tersedia disekitar lokasi, future development, dan Komitmen developer.

"Sebagaimana konsep yang ditawarkan, spesifikasi produk, kualitas produk, komitmen menentukan kebijakan harga yang terjangkau serta track record terhadap secondary. Serta harga yang masih murah dan potensi kenaikan harga yang sangat besar," katanya.

Sementara itu, lanjut Hasrul, untuk promo produk terbaru tersebut, Tanjung Bunga bekerjasama dengan Bank BNI 46, Mandiri, BRI dan BTN menawarkan kemudahan bagi masyarakat memiliki unit rumah di GRV melalui program subsidi KPR.  

Membaiknya pasar properti tersebut tidak terlepas dari suksesnya penyelenggaraan tax amnesty, masih banyak dana repatriasi yang belum dibelanjakan atau ditempatkan oleh pemiliknya. Kemungkinan terbesar pemilik dana akan melirik sektor properti sebagai sarana investasi yang paling tepat. 

Tidak hanya itu, banyak langkah pemerintah yang merangsang pertumbuhan di sektor properti. Dalam hal ini adanya relaksasi loan to value (LTV) dari Bank Indonesia, pemangkasan perizinan, pemotongan PPh final, suku bunga KPR yang cenderung menurun.

Tags