Senin, 02 April 2018 11:29 WITA

Digarap Pengembang Besar, Rumah Rp500 Juta di Makassar Jadi Incaran

Editor: Andi Chaerul Fadli
Digarap Pengembang Besar, Rumah Rp500 Juta di Makassar Jadi Incaran

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pasar rumah seharga Rp500 juta ke bawah cukup menarik. Sejumlah pengembang telah melirik segmen hunian ini sejak beberapa tahun lalu.

Salah satunya PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk. Pengembang kawasan Tanjung Bunga ini menganggap pasar rumah Rp500 juta cukup cerah.

"Triwulan satu ini kan cukup cerah. Makanya kami launching produk. Nanti istirahat dulu di triwulan 2 dan 3. Dan 4 akan dimaksimalkan lagi," ujar Associate Director GMTD, A Eka Firman Ermawan, Senin (2/4/2018).

Menurutnya, prospek pasar ini tak lepas dari minat dan daya beli masyarakat terhadap rumah menengah ke bawah.

Hal yang sama dirasakan PT Baruga Asrinusa Development (BAD). Pengembang kawasan perumahan Bukit Baruga ini telah menggarap segmen pasar rumah Rp500 juta sejak tahun lalu.

General Manager Marketing dan Promosi BAD, Yunita Nursetia mengatakan, peminat produk Rp500 juta ke bawah cukup banyak. Selain dari rumah kelas atas seharga Rp900 juta ke atas yang ditawarkan BAD.

"Dengan adanya penjualan produk ini. Terjadi peningkatan penjualan unit kami di triwulan I 2018 sebanyak 80-an unit. Padahal di triwulan I 2017 hanya dikisaran 40-50 unit," kata dia.

GMTD Mau Garap Rumah Subsidi
Meski minat pasar terhadap rumah menengah ke bawah sedang cerah-cerahnya, pasar rumah subsidi masih jadi incaran warga pada umumnya.

Hal itu juga menarik minta GMTD untuk mengembangkan perumahan subsidi. "Dalam waktu sangat dekat, kami akan terjun ke pasar itu," kata Eka.

Hanya saja, belum ada rincian produk subsidi yang dibeberkan. "Kita tunggu saja nanti kabar gembiranya. Kapan kami akan umumkan secara resmi," jelas dia.

Sementara itu, BAD yang memasarkan unit di lingkungan hijau masih belum berminat memainkan pasar rumah subsidi. "Belum,  kita belum ada rencana untuk segmen itu," kata Yunita.

Pemerintah sendiri berencana menyiapkan bantuan untuk pengembang yang menggarap rumah subsidi. Bantuan itu ditujukan pada pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) untuk 27.500 unit rumah bersubsidi di seluruh Indonesia. 

Adanya bantuan PSU berupa jalan lingkungan, tempat pengelolaan sampah terpadu serta sistem air bersih yang baik diharapkan mampu membuat masyarakat lebih nyaman tinggal di rumah bersubsidi pemerintah.